Guru dan orang renta menyematkan kata udik kepada siswa apabila siswa tersebut :
· Tidak bisa melakukan apa yang disuruh
· Tidak bisa mengerjakan apa yang disuruh
· Tidak bisa menjawab soal yang diberikan
Pada kesempatan ini saya himbau kepada guru dan orang renta
Agar berhenti menyematkan kata udik kepada siswa
Siswa yang dilabeli udik akan mendapatkan diri mereka sendiri sebagai pribadi yang tidak diinginkan alias ditolak.
Siswa yang demikian akan merasa dirinya tidak dihargai, tidak dicintai
Sehingga cenderung menentukan jalan yang mudah, tidak berani mengambil resiko, dan tidak sanggup berprestasi
Orang renta dan guru harus memahami 2 hal :
1. Siswa merupakan individu yang tidak gampang mengerti, tidak gampang tahu, tidak sanggup mengerjakan, atau tidak mempunyai pengetahuan.
Kalau siswa gampang mengerti, gampang tahu, sanggup mengerjakan, atau mempunyai pengetahuan
Maka mereka tidak membutuhkan orang renta dan guru.
Sebab mereka bisa berguru secara sanggup berdiri diatas kaki sendiri dan sama sekali tidak membutuhkan arahan dari orang renta dan guru.
2. Setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-berbeda.
Siswa yang satu tidak sama dengan siswa yang lain.
Kalau ada siswa yang minim dalam mata pelajaran matematika, atau ilmu-ilmu eksakta lainnya
Belum tentu ia minim juga dalam mata pelajaran lainnya.
Begitu juga kalau ada siswa yang maksimal dalam mata pelajaran eksakta
Belum tentu ia maksimal dalam mata pelajaran non eksakta.
Hal ini perlu dipertegas dikalangan orang tua
Karena banyak orang renta menganggap siswa yang cerdas yaitu siswa yang cerdas dibidang eksakta
Mata pelajaran eksakta yang sering dijadikan tolak ukur cerdas atau tidaknya seorang siswa yaitu matematika
Apabila siswa bisa menjawab soal matematika yang diberikan maka siswa tersebut dianggap cerdas
Namun apabila siswa tersebut tidak bisa menjawab maka dianggap bodoh
Padahal kecerdasan itu beragam bukan tunggal.
1. Kecerdasan Bahasa
Kecerdasan bahasa memperlihatkan kemampuan seseorang untuk memakai bahasa dan kata-kata
Baik secara tertulis maupun lisan.
Mudah mengeluarkan gagasannya melalui kata-kata maupun tulisan.
Memiliki daya ingat yang kuat, sangat detil jikalau menceritakan sesuatu.
Biasanya siswa yang mempunyai kecerdasan bahasa menyukai menulis cerita, puisi dan sejenisnya.
2. Kecerdasan Matematika-Logika
Kecerdasan matematika-logika yaitu kemampuan seseorang berpikir secara induktif dan deduktif
Berpikir berdasarkan hukum logika, memahami dan menganalisis pola angka-angka
Serta memecahkan problem dengan memakai kemampuan berpikir.
Biasanya siswa yang memiliki kecerdasan ini akan gampang memahami soal-soal matematika
Tidak gampang mengalah jikalau belum paham.
3. Kecerdasan Visual-Spasial
Kecerdasan visual-spasial adalah kemampuan seseorang untuk membuat imajinasi bentuk dalam pikirannya, contohnya arsitek.
4. Kecerdasan Musikal
Kecerdasan musikal yaitu kemampuan seseorang peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada di sekelilingnya, menyerupai nada dan irama.
Biasanya siswa yang mempunyai kecerdasan ini bahagia mendengarkan musik, atau menyanyi.
5. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain.
Biasanya siswa-siswa yang mempunyai kecerdasan ini sangat gampang bersosialisasi, gampang berempati, banyak teman.
6. Kecerdasan Kinestetik
Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan seseorang secara aktif memakai bagian-bagian
Atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan banyak sekali masalah.
Orang yang mempunyai kecerdasan ini sangat suka berolah raga.
7. Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal adalaha kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan dirinya sendiri
8. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan naturalis adalah kemampuan seseorang peka terhadap lingkungan alam yang berafiliasi dengan tanah, tumbuhan, hewan, air, dll.
Jadi, bagi orang renta mulailah bijak terhadap potensi siswa.
Jangan pribadi mencap siswa sebagai siswa yang udik
Ketika ia tidak mendapatkan nilai matematika yang baik.
Lalu ketika ada siswa yang udik salah siapa? Orang renta atau guru?
Antara orang renta dan guru jangan saling menyalahkan pada situasi ini
Karena siswa yaitu tanggung jawab orang renta di rumah
Dan siswa tanggung jawab guru di sekolah
Jadi siswa yang udik problem bersama antara orang renta dan guru
Sehingga keduanya bertanggung jawab untuk mengatasinya
Namun caranya saja yang berbeda
Cara orang renta mengatasi siswa bodoh
Siswa yang berada pada kategori udik semu yaitu siswa yang bekerjsama tidak bodoh
Tetapi lantaran suatu atau beberapa hal ia menjadi bodoh, contohnya :
· Malas lantaran kurang dorongan (motivasi)
· Tidak bahagia kepada gurunya
· Tidak bahagia kepada sekolahnya atau beberapa temannya sehingga ogah-ogahan bersekolah
· Dan sebab-sebab lainnya.
Siswa yang berada pada kategori ini jika di tes, inteligensinya cukup tinggi.
Siswa yang berada pada kategori udik sungguhan yaitu siswa yang mempunyai ciri-ciri berikut ini :
· Sukar memusatkan perhatian
· Dalam permainan bersama sulit bermain sendiri biasanya tergantung pada teman-temannnya
· Mudah bingung
· Perhatiaannya singkat
· Sulit berfikir abstrak
· Hanya bisa mengerjakan tugas-tugas sederhana
· Bila mendapat kesukaran mengatasinya dengan cara yang itu-itu juga, tidak mencoba dengan cara-cara (kemungkinan-kemungkinan) yang lain
· Perbendaharaan bahasa kurang
· Perasaannya biasanya tidak stabil
· Sukar beradaptasi di kehidupan sosial.
Untuk memastikan sebaiknya dilakukan tes kecerdasan.
· Bila Hasil test IQ 75-90 (misalnya 82) maka siswa tersebut digolongkan “siswa Lambat”(slow learner).
Siswa slow learner masih bisa mengikuti sekolah biasa.
· Bila hasil tst IQ 50-75 (misalnya 63) maka siswa tersebut disebut siswa dungu (mentally retarded).
Siswa dungu (mentally retarded) harus masuk sekolah khusus
2. Menangani Siswa yang Bodoh Semu
Siswa yang berada pada kategori udik semu diatasi dengan memberikannya motivasi
Siswa yang berada pada kategori udik semu diatasi dengan memberikannya motivasi
Motivasi yang paling disenangi siswa dalam bentuk hadiah yang ia senangi
Misalnya “kalau kau rangking 1, kau ayah belikan sepeda baru”
Namun motivasi harus diadaptasi dengan kemampuan si siswa
Disamping itu jauhkan juga siswa dari hal-hal yang membuatnya jadi bodoh, diantaranya :
a. Main Handphone
Handphone yang punya koneksi internet bisa mecari artikel atau video yang berkaitan dengan pelajaran
Namun sangat disayangkan
Banyak siswa yang menghabiskan waktu untuk bersosial media dan main game
Ketika siswa menumpukkan tugasnya
Maka ia akan stres begitu mengetahui tugasnya sudah banyak
Belum lagi waktu yang semakin sempit
Akhirnya kiprah dikerjakan asal-asalan saja
Atau dengan menyontek temannya
Jika ia belum bisa mengatur waktu belajarnya
Maka ajari ia cara mengatur waktu kapan harus bermain kapan harus belajar
Sehingga ia mempunyai waktu berguru yang cukup
Tapi sayangnya lebih banyak yang mementingkan pacaran daripada belajar
Usia Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas rentan ihwal permasalahan ini
Oleh lantaran itu ketika siswa sudah masuk diusia ini
Berikan ia pengawasan dan pengertian bahwa pacaran ketika sekolah tidak baik
Perlihatkan sikap penuh penerimaan pada siswa itu.
Sebab menjadi bodoh bukan salahnya dan ia tidak ingin menjadi siswa yang bodoh.
Bagi siswa yang masuk kategori udik sungguhan
Pergi ke sekolah merupakan penderitaan baginya.
Waktu gurunya menjelaskan ia tidak gampang menangkapnya
Waktu ulangan diberikan ia paling takut menerimanya
Karena ia tahu angkanya buruk dan adakala juga dicemooh teman-temannya
Atau kalau ada guru yang kurang sensitif dialah yang dipermalukan.
Akhirnya si siswa menjadi frustrasi
Orang renta harus peka dengan situasi ini
Ketika mengetahui siswa frustrasi dan frustrasi perlu pelampiasan
Arahkan ia melampiaskan frustrasinya dengan cara yang positif
Bisa dengan main sepeda,menggambar, atau mendengarkan musik.
Berikan ia jeda sesudah pulang sekolah
Dan nanti gres berguru kembali pada malam hari
Kadang kala orang renta salah menangani problem ini
Pulang sekolah siswa disuruh les
Setelah pulang les membuat PR
Setelah membuat PR berguru lagi untuk persiapan pelajaran besok
Hal ini makin membuatnya lebih frustrasi.
Orang renta membantu berguru siswa yang kategori bodoh sungguhan dengan cara :
· Belajar sedikit tetapi berhasil, lebih baik dari pada berguru banyak tetapi tidak berhasil.
· Gunakan alat-alat peraga yang konkrit, menyerupai gambar-gambar, tiruan, map, poster-poster dan contoh-contoh (demonstrasi)
· Dalam pelajaran berhitung, perhatian khusus dicurahkan pada makna (arti) dan hubungan pengertian-pengertian.
· Beri ulangan yang banyak secara sistematis dengan cara mendrill (melatih terus-menerus).
· Alat-alat audio-visual sangat menolong ingatannya.
· Gunakan cara-cara permainan dan drama dalam memperlihatkan pelajaran
· Tugas-tugas yang diberikan singkat dan jangan sukar.
· Berilah banyak kebanggaan walaupun terhadap prestasinya yang kecil sekalipun
· Gunakan cara-cara membangkitkan kemauan lainnya (kecuali pujian), menyerupai pemberian hadiah, klarifikasi ihwal gunanya bersekolah dan sebagainya
· Carilahteman berguru yang sanggup diajak bekerjasama.
· Perhatikan perkembangan sosialnya. Bermain kiprah (berperan sebagai dokter, guru dan sebaginya) atau bermain boneka sangat menolong jikalau ia seorang wanita
· Tingkatkan kesehatannya dengan olah raga, atau permainan. Permainan yang baik untuknya yaitu permainan yang sanggup meningkatkan kelincahan gerak
· Selidiki bakat-bakat khusus (mungkin menggambar, menari dan sebagainya). Bila telah ketemu kembangkan
Menurut pakar kesulitan berguru pada anak dari Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Jakarta, Annelia Sari Sani, S.Psi, Psikolog
Siswa yang udik sungguhan disebut ketidak mampuan dalam belajar (learning disability)
Hal ini disebabkan gangguan prosesing di dalam otaknya
Membuatnya mengalami kesulitan untuk belajar.
Hal ini bisa dicegah bila dideteksi lebih awal
Untuk mengetahui ketidakmampuan berguru pada siswa
Orang tua sanggup melaksanakan pendeteksian ketika siswa berusia 5 tahun.
Atau, paling lambat ketika siswa memasuki sekolah dasar (SD).
Untuk memperbaikinya, si siswa harus melaksanakan terapi.
Karena gangguan yang dialaminya terjadi di prosesing
Maka terapi wajib yang harus dilakukan yaitu sensoring integrasi.
Selain itu, ada pula terapi edukasi dan terapi ortopedagogi.
Terapi itu akan mengajari siswa cara berguru sesuai proses di otaknya.
Orangtua harus waspada bila menemukan siswa mengalami kesulitan dalam berbicara.
Karena bagian otak yang mengatur kemampuan siswa untuk berbicara
Akan dipakai untuk berguru ketika siswa besar.
Sebuah penelitian menemukan bahwa 50 persen siswa yang mengalami keterlambatan bicara
Akan mengalami ketidakmampuan dalam belajar.
Karena huruf siswa berbeda-beda
Ada siswa yang cepat memahami pelajaran
Ada juga siswa yang lambat dalam memahami pelajaran.
2. Menerapkan Metode Tertentu Kepada Siswa yang Bodoh
Langkah selanjutnya yaitu memilikan metode pembelajaran
Yang bisa mengatasi problem siswa yang bodoh
Metode tersebut cukup diterapkan pada siswa yang terkait.
Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif
Metode yang dipakai dalam mengatasi siswa tersebut
Selain itu siswa yang bodoh
Memang harus diperlakukan istimewa dari siswa yang lain.
Bisa lebih terang mendengar klarifikasi guru
Sebaiknya siswa yang bodoh diberikan daerah duduk diposisi paling depan.
Hal tersebut bertujuan biar guru gampang mengontrol siswa yang terkait
Siswa pun akan lebih fokus dalam mendapatkan pelajaran.
4. Teman Sebangku yang Cerdas dan Penolong
Memilihkan sahabat sebangku yang cerdas dan mempunyai jiwa sosial.
Memilihkan sahabat sebangku yang cerdas dan mempunyai jiwa sosial.
Sehingga ketika siswa yang bodoh tidak paham suatu hal
Bisa bertanya kepada sahabat sebangkunya
Selain itu ketika ia duduk berdekatan dengan siswa
Yang mempunyai motivasi tinggi dalam belajar
Siswa tersebut usang kelamaan juga akan tertular
Oleh semangat berguru yang dimiliki sahabat sebangkunya.
5. Memberikan Tugas Tambahan
Cara yang bisa guru lakukan dalam meningkatkan pemahaman siswa yang bodoh
Cara yang bisa guru lakukan dalam meningkatkan pemahaman siswa yang bodoh
Dengan memperlihatkan kiprah tambahan.
Tugas komplemen tersebut bisa berupa PR dalam bentuk teks atau kiprah membaca dll.
Tujuannya yaitu biar siswa bisa mengejar ketertinggalan dari siswa lain
Yang mempunyai tingkat pemahaman yang cukup baik.
Dengan meminta dukungan kepada guru BK biar menangani siswa tersebut.
Tugas guru BK yaitu menganalisa faktor atau penyebab
Munculnya suatu problem berguru yang dialami peserta didik.
Dan guru BK memang dibekali dengan ilmu
Bagaimana cara mengatasi siswa yang bermasalah
Baik dalam aspek psikologis atau dalam aspek aplikatif.
7. Konsultasi dengan Orang Tua Siswa
Menanyakan bagaimana sikap siswa ketika berada di rumah
Selain itu guru juga bisa memperlihatkan instruksi kepada orang renta siswa
Bagaimana sebaiknya mendidik siswa dengan baik dan benar.
Karena biasanya problem berguru yang ditampakkan oleh siswa di sekolah
Berasal dari lingkungan keluarga, misalkan :
· Kondisi keluarga siswa yang tidak harmonis
· Ekonomi keluarga yang rendah
· Perhatian orang renta yang minim, dll
Sehingga berdampak pada sikap dan tingkah laris siswa di sekolah.
8. Membangun Motivasi Belajar Siswa
Kebanyakan dari siswa yang gagal di sekolah dan tidak meraih prestasi
Kebanyakan dari siswa yang gagal di sekolah dan tidak meraih prestasi
Atau malah tidak mempunyai motivasi sama sekali
Satu-satunya motivasi yang membuat mereka melaksanakan proses berguru karena paksaan
Satu-satunya motivasi yang membuat mereka melaksanakan proses berguru karena paksaan
Paksaan yang dimaksud disini yaitu paksaan dari orang tua, lingkungan atau guru
Jadi mereka bukan berguru lantaran mereka ingin berguru dan mempelajari sesuatu
Tapi lantaran mereka dipaksa oleh lingkungannya
Dan diajarkan oleh lingkungannya bahwa inilah hidup
Kamu harus melaksanakan apa yang disuruh
Guru harus bisa membangun semangat berguru dari dalam diri siswa
Yang akan membuat siswa menyukai proses belajar
Sehingga ia akan merasakan waktu begitu cepat berlalu ketika belajar
Sehingga ia akan merasakan waktu begitu cepat berlalu ketika belajar
Mereka yang udik di sekolah, sesudah berakal balig cukup akal menjadi orang yang andal dibidangnya
Guru jangan memandang sebelah mata siswa bodoh
Orang renta juga tak perlu kecil hati kalau anaknya bodoh
Karena siapa tahu ia calon jenius berikutnya
Mereka yang udik di sekolah
Setelah berakal balig cukup akal menjadi orang yang jenius dibidangnya masing-masing
Beberapa diantara mereka yaitu :
1. Albert Einstein
Prestasi di sekolahnya sangat jelek.
Guru disekolahnya pun meminta orang renta Einstein untuk mengeluarkannya dari sekolah
Karena ia “terlalu udik untuk belajar”.
Menurut gurunya, ia hanya menghabiskan waktu dan energi percuma untuk mendidik Enstein.
Setelah berakal balig cukup akal Albert Einstein dikenal sebagai salah satu ilmuwan terbesar di dunia.
2. Isaac Newton
Waktu di sekolah, Isaac Newton punya reputasi sebagai anak yang suka melamun.
Bahkan gurunya sering mengomeli kalau ia malas dan kurang memperhatikan.
Setelah berakal balig cukup akal ia menjadi seorang ilmuwan
3. Hans Christian Andersen
Hans Christian Andresen di dingklik sekolah termasuk siswa tertinggal
Padahal usianya lebih renta dibanding belum dewasa sekelasnya.
Setelah berakal balig cukup akal ia menjadi penulis dan penyair yang terkenal
4. Winston Churchill
Winston Churchill tampak udik waktu masih kecil.
Di sekolah ia mendapat nilai yang buruk
Kalau berbicara pun ia gagap
Setelah dewasa ia menjadi Perdana Menteri Inggris di Perang Dunia 2
Ia juga termasuk pemimpin dan orator hebat masa ke-20
5. Charles Darwin
Charles Darwin berprestasi amat buruk di sekolah, dan tidak suka belajar.
Bahkan ayahnya pernah mengatakan, ia hanya membuat malu keluarga.
Setelah berakal balig cukup akal ia menjadi seorang ilmuwan dengan teori evolusinya
6. Thomas Alfa Edison
Thomas Alfa Edison ketika sekolah pernah disebut gurunya anak dungu.
Setelah berakal balig cukup akal ia menjadi seorang ilmuwan
Dia lah penemu bola lampu listrik
7. Stephen Hawking
Ketika Sekolah Menengan Atas rapor Stephen Hawking pernah merah
Ayahnya pun merasa sangat frustrasi melihatnya.
Setelah berakal balig cukup akal ia menjadi seorang astronom
Lubang hitam (Black Hole) adalah hasil penemuannya
8. Beethoven
Beethoven pernah diremehkan gurunya karena ia tidak bisa membuat perkalian dan pembagian.
Setelah berakal balig cukup akal ia menjadi komponis musik klasik yang terkenal



















0 Response to "Pendidikan - Siswa Bodoh? Begini Cara Mengatasinya"